Di ujung senja, angin membawa rindu yang tak sempat singgah di matamu. Langit redup, namun hatiku tetap menyala, menjaga namamu dalam diam, seperti hujan yang jatuh perlahan, tanpa suara, tanpa meminta, namun selalu sampai ke bumi.
Di ujung senja, angin membawa rindu yang tak sempat singgah di matamu. Langit redup, namun hatiku tetap menyala, menjaga namamu dalam diam, seperti hujan yang jatuh perlahan, tanpa suara, tanpa meminta, namun selalu sampai ke bumi.
Di ujung senja, angin membawa rindu yang tak sempat singgah di matamu. Langit redup, namun hatiku tetap menyala, menjaga namamu dalam diam, seperti hujan yang jatuh perlahan, tanpa suara, tanpa meminta, namun selalu sampai ke bumi.
Di ujung senja, angin membawa rindu yang tak sempat singgah di matamu. Langit redup, namun hatiku tetap menyala, menjaga namamu dalam diam, seperti hujan yang jatuh perlahan, tanpa suara, tanpa meminta, namun selalu sampai ke bumi.
Di ujung senja, angin membawa rindu yang tak sempat singgah di matamu. Langit redup, namun hatiku tetap menyala, menjaga namamu dalam diam, seperti hujan yang jatuh perlahan, tanpa suara, tanpa meminta, namun selalu sampai ke bumi.
Di ujung senja, angin membawa rindu yang tak sempat singgah di matamu. Langit redup, namun hatiku tetap menyala, menjaga namamu dalam diam, seperti hujan yang jatuh perlahan, tanpa suara, tanpa meminta, namun selalu sampai ke bumi.
Di ujung senja, angin membawa rindu yang tak sempat singgah di matamu. Langit redup, namun hatiku tetap menyala, menjaga namamu dalam diam, seperti hujan yang jatuh perlahan, tanpa suara, tanpa meminta, namun selalu sampai ke bumi.
Di ujung senja, angin membawa rindu yang tak sempat singgah di matamu. Langit redup, namun hatiku tetap menyala, menjaga namamu dalam diam, seperti hujan yang jatuh perlahan, tanpa suara, tanpa meminta, namun selalu sampai ke bumi.
Di ujung senja, angin membawa rindu yang tak sempat singgah di matamu. Langit redup, namun hatiku tetap menyala, menjaga namamu dalam diam, seperti hujan yang jatuh perlahan, tanpa suara, tanpa meminta, namun selalu sampai ke bumi.
Di ujung senja, angin membawa rindu yang tak sempat singgah di matamu. Langit redup, namun hatiku tetap menyala, menjaga namamu dalam diam, seperti hujan yang jatuh perlahan, tanpa suara, tanpa meminta, namun selalu sampai ke bumi.
Di ujung senja, angin membawa rindu yang tak sempat singgah di matamu. Langit redup, namun hatiku tetap menyala, menjaga namamu dalam diam, seperti hujan yang jatuh perlahan, tanpa suara, tanpa meminta, namun selalu sampai ke bumi.
Di ujung senja, angin membawa rindu yang tak sempat singgah di matamu. Langit redup, namun hatiku tetap menyala, menjaga namamu dalam diam, seperti hujan yang jatuh perlahan, tanpa suara, tanpa meminta, namun selalu sampai ke bumi.
Di ujung senja, angin membawa rindu yang tak sempat singgah di matamu. Langit redup, namun hatiku tetap menyala, menjaga namamu dalam diam, seperti hujan yang jatuh perlahan, tanpa suara, tanpa meminta, namun selalu sampai ke bumi.
Di ujung senja, angin membawa rindu yang tak sempat singgah di matamu. Langit redup, namun hatiku tetap menyala, menjaga namamu dalam diam, seperti hujan yang jatuh perlahan, tanpa suara, tanpa meminta, namun selalu sampai ke bumi.
Di ujung senja, angin membawa rindu yang tak sempat singgah di matamu. Langit redup, namun hatiku tetap menyala, menjaga namamu dalam diam, seperti hujan yang jatuh perlahan, tanpa suara, tanpa meminta, namun selalu sampai ke bumi.